Welcome To My Blog

Sabtu, 06 Oktober 2018

GAME LEVEL 11 (HARI KE 7)

presentasi dari tim TRIO MACAN "Mencegah Anak Terpapar Pornografi"
REVIEW PERTANYAAN:
1. Izin bertanya yah..
Bagaimana sikap terbaik yang harus orang tua lakukan ketika mengetahui anaknya pernah menonton video porno bahkan ke-gap lagi nonton sama temen2 nya?

Pastinya sebagian besar orang tua akan shock bahkan ada yg refleks akan bersikap emosional berlebihan seperti melakukan kekerasan fisik (menampar, dll) atau mengumpat dengan bahasa2 yang membuat anak akan semakin down.

Trimakasih banyak sudah menanggapi..
JAWAB ;
Sangat bisa dirasakan bagaimana rasanya seandainya itu terjadi pada kita (namun nau'dzubillaah)

Namun,, Yang perlu dilakukan orang tua saat mengetahui anaknya pernah atau bahkan ke-gap sedang menonton sama teman-temannya  ialah seperti yang ada pada slide kami,yakni

1. Tahan Amarah
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Sahabat yang meminta wasiat dalam hadits ini bernama Jariyah bin Qudamah Radhiyallahu anhu. Ia meminta wasiat kepada Nabi dengan sebuah wasiat yang singkat dan padat yang mengumpulkan berbagai perkara kebaikan, agar ia dapat menghafalnya dan mengamalkannya. Maka Nabi berwasiat kepadanya agar ia tidak marah. Kemudian ia mengulangi permintaannya itu berulang-ulang, sedang Nabi tetap memberikan jawaban yang sama. Ini menunjukkan bahwa marah adalah pokok berbagai kejahatan, dan menahan diri darinya adalah pokok segala kebaikan.

Marah adalah bara yang dilemparkan setan ke dalam hati anak Adam sehingga ia mudah emosi, dadanya membara, urat sarafnya menegang, wajahnya memerah, dan terkadang ungkapan dan tindakannya tidak masuk akal.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqâlani rahimahullah berkata, “Adapun hakikat marah tidaklah dilarang karena merupakan perkara tabi’at yang tidak bisa hilang dari perilaku kebiasaan manusia.”[1]

Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah marah yang dilakukan karena menuruti hawa nafsu dan menimbulkan kerusakan.

Read more https://almanhaj.or.id/3518-jangan-marah-kamu-akan-masuk-surga.html

2. Evaluasi diri. Karena seperti kata ust. Harry Santosa "Tidak ada anak yang salah gaul yang ada anak salah asuh". Maka cek kembali hal-hal yang sudah dan belum orang tua "suguhkan" untuk anak

Selanjutnya seperti yang ada dalam slide kami😊

pertanyaan 2:
Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak tentang ikhtilat dan khalwat?

jawab :
Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam  ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran  laki-laki dan perempuan secara bebas.


Dinamakan  khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di  suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang  tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat. Sedangkan bila anak yang belum baligh melihat orang lain sedang berkhalwat, segera jelaskan mana yang baik dan buruk serta cuci otak dan hatinya ketika sampai di rumah.

Masalah ikhtilat zaman sekarang memnng agak susah mba untuk menghindarinya..paling mudah saat kita sholat jamaah dimasjid insnyaAllah itu tidak ikhtilat.

Perkara ikhtilat ini tidak bisa secara instan kita terapkan ke anak. Tentu dengan pemahaan bahwa hukum ikhtilat adalah haram. Namun ada tempat yangg dibolehkn untuk ikhtilat misalnya masalah pendidikan, muamalah seperti di pasar, kesehatan dan peradilan. Kalo bisa diusahakan tidak ikhtilat lebih baik.

Yang terpenting dari kita adalah mengajarkan anak tentang ketaqwaan  terhadap hukum syara dan ini dilakukan dengan kontinyu karena ketika anak paham insyaAllah mudah diaplikasikan. Setidaknya anak mengerti bahwa ikhtilat sesuatu yang tidak baik.

Sedikit tips menghindari ikhtilat

1. Menundukkan pandangan dari lawan jenis yang bukan mahrom

2. Menjaga etika ketika berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahrom

3. Untuk perempuan berhijab syar’i

4. Jangan berkholwat dengan lawan jenis tanpa mahrom

5. Menjauhi perkara yang merangsng syahwat

6. Bertemu dengan lawan jenis dalam hal yang penting-penting saja. Misal dalam belajar-mengajar, berobat mengobati, jual beli atau hal-hak darurat.

dalam Islam anak dikatakan bukan mahrom adalah ketika si anak mengerti dan bisa membedakan lawan jenis yang disebut sebagai mumayiz biasanya berumur 7 tahun.

Jadi tidak menunggu si anak baligh.

Seorang perempuan yang baligh tidak boleh mmbuka aurat dihadapan anak laki-laki mumayiz yang bukan mahrom. Juga laki-baik baligh tidak boleh memeluk, mencium dan sebagainya kepada anak permpuan mumayiz bukan mahrom

Namun mendidik anak untuk mengenalkan mahrom sebaiknya dilakukan sejak dini supaya pada saatnya nanti anak sudah mengerti dengan pergaulan terhadap mahrom dan non mahrom.


pertanyaan 3:
 1. Untuk mencegah anak kecanduan pornografi salahsatu menjalin kedekatan ayah bunda dan anak serta mengenalkan pornografi itu sendri,Usia berapakah anak mulai perlu dikenalkan ttg pornografi? Saya jadi khawatir jika sy telat mengenalkannya pd anak2..

2. Usia anak SD ada pada fase latency dan genital,, bagaimana cara kita mengenali anak2 yg sudah mengenal pornografi atau bahkan kecanduan pornografi?setidaknya agar bisa segera dirangkul,agar tidak trlambat menanganinya...

jawab :
1. Mengenalkan pornografi salah satunya mungkin bisa dimulai saat anak diajarkan tentang auratnya. 
Mengajari batasan aurat pada anak juga bermanfaat sekali untuk menjaga anak dari kasus-kasus kekerasan seksual, kecanduan pornografi, bahkan perilaku seks tak wajar dan hubungan seks pra nikah.
Ajari anak untuk mengetahui auratnya, menutupnya dari pandangan orang yang tidak berhak, menundukkan pandangan dari aurat yang tidak boleh dilihatnya..termasuk di media cetak, tontonan, televisi, dll.
Sebagai orangtua kita juga perlu memperhatikan tontonan anak..jangan sampai mereka menonton sesuatu yang mengumbar aurat..walaupun dalam bentuk kartun ataupun film anak.

Sumber: diskusi tarbiyah jinsiyah oleh teh patraPoin ke 2

2. Mgkn bisa terlihat secara visual ada perubahan, aplg sbg seorang ibu. Kepekaan thd pola perubahan anak.. dan... dr hasil yg kami baca2 berdasar seminar bu ely risman.
Ada ciri2 utama anak yg terpapar pornografi
1. Mudah haus & tenggorokan kering
2. Sering minum
3. Sering buang air kecil
4. Sering berkhayal
5. Bila Anda tegur & batasi bermain gadget, dia marah, melawan, berkata kasar, bahkan keji
6. Mulai impulsif, berbohong, jorok, moody.
7. Malu tidak pada tempatnya
8. Sulit berkkonsentrasi
9. Jika bicara, menghindari kontak mata
10. Menyalahkan orang
11. Secara emosional menutup diri
12. Sering bermain PS & internet dalam waktu yg lama
13. Prestasi akademis menurun
14. Main dengan teman/kelompok yg ‘itu-itu’ saja
15. Berperilaku aneh, seperti kancing baju sampai ke atas, rambut gondrong, dll
16. Hilang empati, yang diminta harus diperoleh.
Kata Bunda Elly risman
, 5 saja ciri-ciri di atas ada pada anak kita, berarti ia telah kecanduan pornografi.