review pertanyaan:
1. Pagi mommiiies fabulous… saya... Dewi Perssik mau bertanya..
Ini titipan dari seorang teman sebetulnya…
Saya single parent, anak saya usia 14 tahun.. perempuan.. Susah sekali diatur… diajak kompromi.. dibangunkan solat.. diajak bekerjamasa.. susaaaah sekali.. Suka berbohong..
Oh iya, Saya bercerai saat anak Saya usia 3 tahun dan mantan suami Saya dulu melakukan kdrt didepan anak Saya ini…
Saya tahu banyak sekali Fitrah Seksualitasnya yang tidak tuntas…
Tapi Karena Saya single parent, saya tidak punya waktu dengan anak saya…
Saya juga merasa canggung jika saya berusaha untuk berbicara baik, memeluk atau bahkan hanya sekedar mengusap kepalanya…
Bagaimanakah saya seharusnya bersikap terhadap anak saya… Karena setiap Saya “baik Dan berusaha lembut” terhadap anak Saya, dia malah terlihat semakin susah diatur.. Dan sepertinya malah “merasa menang” Dan saya lagi2 merasa bersalah… oh iya, Sayapun bersumbu pendek, cepat sekali meledak2…
Mohon pencerahan nya fobulous mommiiies… heeleeepp… 🤗😘
jawab :
Anak usia 14 tahun sudah dapat diajak berkomunikasi. Bunda harus lebih banyak mengobrol dengan Ananda. Sediakan waktu khusus untuk sesekali hang out bersama.
Sampaikan permohonan maaf Bunda kepada Ananda. Sentuh hatinya.
Ajak Ananda mengobrol hal apa saja. Tidak perlu mengobrol yang serius dulu. Ciptakan bonding dulu dengan Ananda. Buat Ananda percaya pada Bunda.
Hindari mengkritik perilaku buruk Ananda. Lebih banyak beri pujian jika Ananda berperilaku baik.
Setelah bonding tercipta, gali pemikirannya tentang sosok Ayah dan Ibu. Luruskan apa yang perlu diluruskan. Berikan contoh figur Ayah dan Ibu yang baik.
Mengenai “sumbu pendek” sebaiknya Bunda berlatih mengolah emosi lagi. Ingat hal-hal buruk yang terjadi jika Bunda emosi. Ingat hal-hal baik atau menyenangkan untuk mengalihkan emosi.
2. Usia 15th keatas anak sudah tuntas yah kaaaan? Harus mandiri gitu shayy.. tp byk orgtua yg gak tau hal ini..
Bagaimana jika orangtua terlambat, shg anak terlanjur bergantung pd orgtua dan gak tega dgn anaknya kalau kesusahan? Krn beranggapan bahwa harta yg dimiliki orgtua itu buat anak..
Temen2 incess banyak jg yg anaknya msh kecil tp sdh invest rumah, pendidikan dll utk anaknya nanti ktnya, ulalaaa yah shayy temen2 incess duitnya tinggal metik kaya jambu.
jawab :
Memang idealnya kita mempersiapkan anak untuk mandiri dan sudah menemukan visi misi dan peran peradabannya di usia 15 tahun.
Tetapi tentu sebagai orang tua kita ingin memastikan masa depan anak kita terjamin.
Akan lebih bermakna jika investasi yang kita berikan pada anak adalah yang terkait pada pencarian minat dan bakat anak, sehingga anak dapat menemukan peran peradabannya.
Jika memang orang tua sudah terlanjur berinvestasi materi untuk anak, sebaiknya ketika anak sudah dewasa, investasi tersebut tidak diberikan cuma-cuma. Misal mendidik anak agar dapat mengembangkan minat dan bakatnya sehingga dapat produktif menghasilkan income.
Karena menjadi orang tua penyayang lebih penting daripada menjadi orang tua pengasih. Orang tua yang hanya mempersiapkan investasi materi tanpa membekali anak dengan kemampuan bertahan hidup adalah orang tua yang hanya menjadi orang tua pengasih. Mengedepankan rasa kasihan pada anak dibandingkan rasa sayang.
3. Izin bertanya yah. Sebut saja saya Pinky Ranger.. 😃 Perkembangan fitrah seksualitas memang sangat bergantung bagaimana besarnya peran ayah dan ibu untuk anak2 nya. Namun. . Jika ayah/ibu pernah memiliki inner child yang buruk trkait fitrah seksualitas ini bagaimana ya cara menghilangkan trauma yang berkepanjangan? Meski sudah berusaha menjadi pribadi yang positif tapi bayangan kelam itu masih terbesit seperti menjadi momok yang menyeramkan.
Dan apakah berpengaruh terhadap perkembangan fitrah seksualitas anak? Trimakasih. .
jawab :
Innerchild yang buruk terkait fitrah seksualitas, jika dirasakan trauma yang berat, sebaiknya mengikuti pelatihan agar trauma tersebut dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi.
Karena mereka ahlinya, yang mengerti bagaimana membuka luka lama itu bisa keluar dan tidak mengendap lagi.
Saat terapi, trauma itu akan digali lebih dalam oleh therapist, berbeda dengan saat kita melakukan self healing yang ternyata hanya mampu menguak luka secara superficial saja. Setelah semua memori bisa dikumpulkan dan dideteksi, therapist akan membantu kita agar dapat mengobati luka lama tersebut.
Yang penting diingat, terapi inner child dilakukan bukan karena ketidakmampuan kita mengendalikan diri karena lemah iman, atau kurangnya ibadah, atau ketifakdewasaan seseorang. Tapi ini dilakukan karena bentuk kepedulian kita terhadap Masa depan keturunan kita.
( www.merisaputri.com)
Innerchild orang tua terkait fitrah seksualitas akan berpengaruh pada perkembangan fitrah seksualitas anak jika orang tua tidak mampu berperan sebagai Ayah dan Ibu sesuai dengan fitrahnya.
