Welcome To My Blog

Rabu, 26 September 2018

TUGAS LEVEL 11 (HARI KE-2)

REVIEW KELOMPOK 1 WONDER WOMEN TEAM : MENGENALKAN GENDER


Berikut ini adalah materi tentang mengenalkan gender:




untuk review pertanyaannya adalah:
1. Bisakah kasih contoh kalimat2 konkrit untuk menjelaskan jawaban dari pertanyaan2 umum seperti yang ada dalam slide?
jawab :

2. Anakku (lk,3y) dekat sekali dengan sepupu perempuannya (6y). Jika mereka bertemu pasti mereka bermain sampai berjam-jam. Yang saya khawatirkan adalah terkadang jenis permainannya lebih ke "anak cewek banget" seperti masak2an, main boneka, sampai nonton youtube pun ga jauh2 dr hal berbau cewek. Untungnya, sepupunya ini tinggal beda kota dg kami, jd intensitas bertemunya bisa sebulan 1x-2x. Namun tetap saja saya khawatir, apakah akan mempengaruhi ke psikologis anak saya ya nantinya? Krn terkadang anakku jd lebih suka sama mainan masak2an setelah bermain bersama dia, tapi kalau sdh lama tdk bertemu, anakku balik lg memilih mobil2an, dan seterusnya.. Kan sy gabisa melarang mreka main bersama ya Bun.. Bagaimana baiknya ya bun kalau mereka bertemu lagi? 
jawab:
Klo intensitas ketemu Temen cowok dalam 1 bulan bagaimana? Apakah lbh banyak?
Ortu harus lbh menguatkan bounding dan memperjelas bahwa yg bersangkutan adalah laki2, dan berikan pemahaman bagaimana identitas Seorang laki2

3.  A.Rai usia 3y11m..... sering banget tu liatin kalo ibuknya lg make up, sambil di sounding

"ini peralatan buat perempuan ya nang, A.Rai laki2, ga pake ini2an yaa"

Tp berulang kejadian ini.... kira2 akan mempengaruhi identitas gendernya g ya kalo sering liat ibuknya gitu?
jawab : 
Iya bun.. Terus  tanamkan dan jangan cepat bosan. InsyaAllah jika sambil terus di tanamkan dan di ajarkan cara laki2 berpakaian,  tidak ajan mempengaruhi identitas gender. 

Jadi tanamkan pada diri anak konsep diri yang benar dan bisa sambil bandingkan dengan ayahnya,  "ayah tidak bermakeup,  dan ayah gagah loh nak"

Ohya.. Ini juga sering terjadi,  Biasanya orangtua juga suka iseng memakaikan jilbab ke anak laki-laki dan tertawa setelahnya.
Please.. Don't do that!. Karena anak tersebut akan bingung.
“Gue ini siapa? Laki? Boleh pakai jilbab? Atau bagaimana?”
perilaku orangtua akan tertanam pada diri anak selamanya.

4.  Terkait gender, saya jadi teringat dengan santri saya yang dia memang sangat suka ngemong bayi saya, yang saya perhatikan dia agak berbeda denga tholib2 yang lainnya, dia lebih suka mengerjakan hal2 yang biasa dikerjakan perempuan.. apakah ini wajar bun? Ada  tidak ya terapi yang bisa membuat dia lebih gentelman dalam artian  bisa seperti anak laki2 yang lain?
jawab: 
Menurut saya klo msh dlm urusan dapur,itu mah wajar aja. Justru bisa melatih untuk berumah tangga kelak,bagaimana menjadi Seorang suami. Bahkan kita bisa melihat chef kbnyakan laki2,dan itu tidk hanya memasak tpi juga cuci mencuci pring.

Mungkin harus d observasi lbh mendalam, apkh yg bersangkutan lbh suka bergaul dg perempuan atau laki2. Untuk permainan,banyak permainan yg mengasah adrenalin,dan jika yg bersangkutan tdk suka sepak bola,itu bukan sesuatu yg perlu d khawatirkan. Karena bisa saja yg bersangkutan memang tdk suka permainan sepak bola tpi lbh suka jenis permainan lain seperti bela diri,oprek2 robot,or yg lain.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11