Mencoba mengikuti tantangan Zero waste, untuk pengelolaan sampah.
Pernah kah kita berfikir kemanakah sampah-sampah kita berada, sampah yang setiap hari nya menumpuk memenuhi ruangan?
Pengertian TPA
Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk membuang sampah yang sudah menacapai tahap akhir dalam pengelolaan sampah yang dimulai dari pertamakali sampah dihasilkan, dikumpulkan, diangkut , dikelola dan dibuang.
TPA adalah tempat pengumpulan sampah yang merupakan lokasi yang harus terisolir secara baik sehingga tidak menyebabkan pengaruh negatif pada lingkungan sekitar TPA.
Menurut Bagchi (1982) (dalam Joko Pramono 2000), dalam menempatkan lokasi pembuangan sampah harus memperhatikan jarak terhadap danau/kolam dan tubuh air lainya, sungai, lahan basah, banjir, jalan, sumber air dan airport (lapangan terbang). Jarak tersebut dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari keberadaan sampah itu sendiri.
TPA terdekat Tempat yang biasanya saya lewati ketika ke rumah orang tua, terdapat di daerah Bagendung. Saya biasa nya di perumahan ada mobil yang mengangkut sampah seminggu 2x, dan dibuang ke sini.
Tidak pernah terfikir untuk mampir kesana, karena kita tau bahwa disana melewatinya saja, sudah tercium bau yang tidak sedap. Apalagi masuk ke dalamnya. Saya ajak anak-anak dan suami agar tau bahwa sampah yang kita hasilkan ini dibuang ke tempat pembuangan trakhir di sini. Bahwa apa yang kita buang tidak hilang dan bertumpuk selama bertahun-tahun.
Ketika datang kesana berjejer mobil-mobil dinas warna kuning banyak sekali, dan orang-orang yang sedang mengais rezeki dari sampah-sampah ini.
Dan disinilah sampah terakhir di buang, di daerah perbukitan yang indah, tapi hilang keindahannya karena tertutup sampah yang berhektar-hektar.
Saya berfikir ini sampah sekarang sudah menumpuk seperti ini dan membentuk gunung sampah, yang mungkin saja tidak bisa terurai, lalu beberapa tahun ke depan akankah terus menumpuk dan membuat pencemaran tanah, air dan udara.
Ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan disana.
1. Berapa kapasitas/volume sampah yang masuk di TPA perharinya?
Tidak bisa diperkirakan setiap harinya, tapi jika melihat dari banyak nya truk yang datang dari seluruh cilegon ini bisa mungkin ber ton ton setiap hari nya.
2. Sampah jenis apa saja yang terdapat di TPA ini?
Semua sampah bisa dibuang ke TPA ini kecuali limbah pabrik yang berbahaya dari pabrik-pabrik. Jadi sampah yang saya lihat banyak sekali yang berupa plastik.
3. Bagaimana cara pengolahan sampah yang ada di TPA?
Tidak ada pengolahan sampah di TPA ini, sampah-sampah ini dipisahkan oleh para warga yang ikut mengais rezeki dari sampah-sampah yang ada di TPA ini. Terlihat rumah-rumah yang dekat TPS banyak sekali barang-barang rongsokan yang mereka kumpulkan dan mungkin akan di daur ulang kembali.
Kemudian yang menarik adalah pada bagian paling depan lahan, sampah-sampah yang sudah penuh itu di tutupi oleh terpal yang sangat besar. Untuk menutup agar bau tidak menyebar. Dan mungkin sudah tidak digunakan lagi lalu beralih ke lahan di belakang nya yang lebih luas.
Agak miris sekali, karena tempat ini adalah dataran tinggi pegunungan dan di sini terlihat banyak sekali sampah.
Saya berfikir sudah banyak sekali saya menyumbang sampah tanpa memilah mana sampah yang harus saya buang dan masih saya manfaat kan.
Disini saya ingin belajar bahwa untuk mengurangi sampah, minimal dari kita sendiri.
#Ibuprofesionalbanten
#pjlifeskill
#indonesiadaruratsampah
#zerowaste
#cegahpilaholah




